{"id":1161,"date":"2025-10-10T19:42:24","date_gmt":"2025-10-10T18:42:24","guid":{"rendered":"https:\/\/sman46jkt.sch.id\/?p=1161"},"modified":"2025-10-10T19:49:47","modified_gmt":"2025-10-10T18:49:47","slug":"remaja-berdaya-dari-limbah-jadi-berkah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/sman46jkt.sch.id\/?p=1161","title":{"rendered":"REMAJA BERDAYA : DARI LIMBAH JADI BERKAH"},"content":{"rendered":"\n<p>Suara riuh para siswa terdengar di sudut ruang prakarya SMA Negeri 46 Jakarta, Senin siang itu. Di antara tumpukan botol plastik dan potongan kulit sintetis, dua siswi tampak sibuk memilah bahan. Di tangan mereka, limbah bukan lagi sampah\u2014melainkan peluang untuk menciptakan perubahan.<\/p>\n\n\n\n<p>Dari ruang sederhana itu, lahirlah ide yang membawa nama Rizma dan Amanda Shakira menuju Final Festival Inovasi dan Kewirausahaan Siswa Indonesia (FIKSI) 2025. Sebuah perjalanan panjang yang dimulai bukan dari ambisi besar, melainkan dari keresahan sederhana terhadap limbah di sekitar mereka.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Dari Keresahan Menjadi Aksi<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Segalanya bermula ketika Rizma memperhatikan tumpukan limbah kulit sintetis dan botol plastik di lingkungan rumahnya. \u201cKalau semua orang membiarkannya, siapa yang akan peduli?\u201d pikirnya. Pertanyaan sederhana itu menjadi awal dari langkah besar.<\/p>\n\n\n\n<p>Dengan semangat yang masih diragukan banyak orang, ia memberanikan diri mengajukan ide daur ulang limbah menjadi produk bernilai kepada gurunya, Pak Ezra. Meski sempat bimbang, sang guru melihat tekad besar di balik mata muridnya. Ia pun bersedia menjadi pembimbing.<\/p>\n\n\n\n<p>Rizma tak berjalan sendiri. Ia mengajak Amanda, sahabat sekaligus rekan sevisi yang juga memiliki kepedulian terhadap isu lingkungan. Bersama, mereka memutuskan untuk menciptakan produk ramah lingkungan berbasis daur ulang\u2014sandal dan sepatu dari bahan limbah kulit sintetis serta botol plastik bekas.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Lima Bulan Perjuangan<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Lima bulan perjalanan mereka bukan tanpa rintangan. Proposal demi proposal disusun, riset dilakukan, hingga percobaan demi percobaan dilakukan di sela waktu belajar. Mereka bahkan belajar menganyam sendiri, setelah kesulitan mencari pengrajin yang mau membantu di Jakarta.<\/p>\n\n\n\n<p>Namun semangat pantang menyerah menjadi bahan bakar utama. \u201cKalau gagal hari ini, berarti kami belajar sesuatu untuk besok,\u201d ujar Amanda suatu kali. Dan benar, kerja keras itu membuahkan hasil.<\/p>\n\n\n\n<p>Pada 20 Agustus 2025, kabar bahagia datang: Rizma dan Amanda lolos ke tahap nasional FIKSI 2025, mewakili Provinsi DKI Jakarta. Produk mereka sandal dan sepatu dari limbah sintetis dan plastic menjadi bukti nyata bahwa kreativitas bisa tumbuh dari kepedulian terhadap bumi. Produk sepatu yang dibuat oleh Rizma dan Amanda menjadi bagian dari perjalanan mereka dalam kompetisi FIKSI 2025<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Cycletic: Dari Ide Menjadi Gerakan<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Kisah Rizma dan Amanda tak berhenti di meja lomba. Mereka ingin gagasan mereka memberi dampak lebih luas. Maka lahirlah Cycletic, sebuah program lingkungan sekolah yang menggabungkan edukasi dan aksi nyata.<\/p>\n\n\n\n<p>Melalui Cycletic, mereka menempatkan tempat sampah khusus di sekolah untuk menampung dua jenis limbah: minyak jelantah dan botol plastik. Limbah tersebut dikumpulkan, lalu diolah kembali menjadi bahan bakar alternatif dan bahan baku produk kerajinan.<\/p>\n\n\n\n<p>Program ini bukan hanya tentang daur ulang, tetapi juga tentang menumbuhkan kesadaran baru di kalangan siswa bahwa perubahan besar berawal dari kebiasaan kecil.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Didukung dan Didorong untuk Terus Tumbuh<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Dalam perjalanan menuju final, Rizma dan Amanda tidak sendirian. Mereka mendapat bimbingan intensif dari Pak Ezra dan Pak Ilham, serta dukungan penuh dari SMA Negeri 46 Jakarta dan pembina FIKSI tingkat provinsi.<\/p>\n\n\n\n<p>Kini mereka tengah menyiapkan karya tulis ilmiah, video presentasi, poster, dan penyempurnaan produk untuk tahap final. Di balik kesibukan itu, keduanya belajar banyak hal\u2014tentang kerja sama, tanggung jawab, dan arti keberlanjutan.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Melangkah untuk Masa Depan<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Perjalanan menuju final FIKSI mungkin masih panjang, tetapi apa yang telah mereka capai sudah menjadi inspirasi bagi banyak orang di sekolah. Rizma dan Amanda telah membuktikan bahwa perubahan besar tidak selalu dimulai dari panggung besar, melainkan dari keberanian untuk mengambil langkah pertama.<\/p>\n\n\n\n<p>Seperti bumi yang terus berputar meski diam di mata manusia, semangat keduanya bergerak tanpa henti\u2014menumbuhkan harapan bahwa masa depan yang hijau bisa dimulai dari ruang kelas sederhana di Jakarta Selatan.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-gallery has-nested-images columns-default is-cropped wp-block-gallery-1 is-layout-flex wp-block-gallery-is-layout-flex\"><\/figure>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Suara riuh para siswa terdengar di sudut ruang prakarya SMA Negeri 46 Jakarta, Senin siang itu. Di antara tumpukan botol plastik dan potongan kulit sintetis, dua siswi tampak sibuk memilah bahan. Di tangan mereka, limbah bukan lagi sampah\u2014melainkan peluang untuk menciptakan perubahan. Dari ruang sederhana itu, lahirlah ide yang membawa nama Rizma dan Amanda Shakira [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":1162,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"om_disable_all_campaigns":false,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"aioseo_notices":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/sman46jkt.sch.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1161"}],"collection":[{"href":"https:\/\/sman46jkt.sch.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/sman46jkt.sch.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/sman46jkt.sch.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/sman46jkt.sch.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=1161"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/sman46jkt.sch.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1161\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1166,"href":"https:\/\/sman46jkt.sch.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1161\/revisions\/1166"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/sman46jkt.sch.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/1162"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/sman46jkt.sch.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=1161"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/sman46jkt.sch.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=1161"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/sman46jkt.sch.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=1161"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}